Pada saat hati kita sedang merasakan kebahagian, terkadang kita lupa bahwa kebahagiaan itu bukan sesuatu yang hakiki, Allah menciptakan kebahagiaan yang berjarak tipis dengan kesedihan, artinya sangat mungkin kebahagiaan yang sedang kita dapat tiba-tiba berganti dengan kesedihan yang tidak terduga-duga. Apalagi kalau sudah berbicara tentang keyakinan kita tentang jodoh, saat kita mencintai seseorang kita sangat amat yakin bahwa dialah jodoh kita, dialah yang akan menemani kita hidup di dunia, dalam suka ataupun duka, seolah-olah tak ada satupun kekuatan yang mampu memisahkan, semuanya jadi terasa sangat-sangat indah.
Lalu bagaimana sendainya apa yang kita yakini (jodoh) pada akhirnya tidak menjadi seperti yang kita kehendaki? Banyak yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun kemudian putus ditengah jalan, bahkan yang sudah menikahpun bisa bercerai. Bisa dipastikan hati kita pasti akan merasa sakit, untuk beberapa lama kita pasti akan merasa terpuruk tak berdaya.
Ada banyak hal yang masih bisa kita lakukan, buat apa membuang waktu percuma?
1. Introspeksi dan ego
Terkadang kita merasa adalah yang terbaik, sehingga kita lupa bahwa yang kita fikirkan baik buat kita belum tentu baik buat orang lain, wajar jika kemudian dalam kondisi yang tersakiti anda merasa bahwa andalah yang benar dan dia yang salah, tapi jika anda fikirkan lagi, justru beban terberat ada dalam fikiran anda yang yang merasa bahwa andalah yang benar, dan introspeksi diri dalam hal ini bukan berarti kita harus mencari kesalahan pada diri sendiri ,sikap ini lebih cenderung kepada bagaimana kita merenung, mencerna apa yang menjadi sebab, jika kita sudah menemukan jawabnya, alangkah baiknya menjadikan itu sebagai pegangan untuk tidak terulang di masa yang akan datang.
2. Jujur kepada diri sendiri
jangan mengingat-ingat keburukan-keburukannya, karena jika itu yang anda ingat, maka yang ada di hati anda adalah dendam, marah, benci dan lain-lain. Terlepas dari apa yang terjadi sekarang, cobalah jujur dengan diri anda sendiri, pasti ada (walaupun sedikit) kebaikan-kebaikan yang pernah dia lakukan, yang kebaikan-kebaikan itu dulu pernah menjadikan anda merasa “lebih baik”. Dengan anda mengingat kebaikan-kebaikannya, maka fikiran anda fokus kepada hal-hal yang baik, dan ini akan membimbing anda untuk berfikir positif dan menjauhkan kebencian dalam diri anda.
3. Bersyukur
Mungkin lebih baik anda merasa sakit hari ini tapi minggu depan anda sudah sembuh, daripada anda sakit minggu depan dan sembuhnya minggu depannya lagi. Semestinya, kita bisa bersyukur, karena Allah menunjukkan sebuah kebenaran tentang siapakah yang sebenarnya anda cintai, jadi mengapa anda mesti menyesal dan sakit hati? Bukankah sebenarnya Allah telah menyelamatkan dan menjaga hati anda?
4. Ikhlas
Kita sebagai manusia hanya menjalani takdir yang ditulis oleh yang maha kuasa, dimana kita hanya mampu ikhtiar usaha dan berdo’a, kita sudah berusaha untuk menjalani semuanya, jika memang pada akhirnya kita tidak berjodoh, yakinlah bahwa menurut Allah, dia bukan jodoh terbaik buat anda, yakinkan dalam diri anda, bahwa ada yang lebih berhak sebagai pengambil keputusan tentang siapa jodoh anda, dan yang paling penting adalah, jangan pernah berfikir, bahwa apa yang terjadi pada diri anda telah membuat dunia anda berakhir. Ikhlas itu adalah kata-kata yang mudah diucapkan tapi sulit dijalani,tapi kalau anda bisa menerima semua yang terjadi pada diri anda dengan lapang dada, dengan tanpa dendam, insya allah kita tidak akan terbebani dengan apa yang sudah terjadi, dan jangan merasa lemah, yakinlah bahwa cobaan yang anda hadapi akan membuat anda lebih kuat dari sebelumnya. Kembalikan semuanya.kepada Allah, maka semuanya akan baik-baik saja.
5. Menjadi diri sendiri
Akan sangat lebih baik jika kemudian anda menjadikan masa lalu bukan sebagai beban, ada kebaikan-kebaikan bersama masa lalu, begitu juga keburukan-keburukannya, berdirilah ditengah-tengahnya, ambil baik dan tinggalkan yang buruk, pasti ada hikmah dibalik setiap cobaan, anda masih punya keluarga dan rekan-rekan yang pasti sangat sayang terhadap anda, merekalah yang bisa membantu anda, tetaplah tersenyum dan berfikir positif, maka anda akan baik-baik saja.
Bisa dipahami, mengembalikan keadaan seperti sedia kala tidak semudah seperti teori, apa yang anda baca bukan mantera sulap yang bisa merubah sesuatu dalam sekejap, tapi ingatlah,tak ada gunanya anda berlama-lama membiarkan diri dikendalikan keadaan yang sebenarnya membuat anda tertekan, berfikirlah bahwa jalan anda masih panjang, masih ada sekian banyak hal yang menunggu untuk dikerjakan, jangan sia-siakan waktu hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar