Terbenam dalam gelap malam
Merintih pedih ditelan malam
Aku terpuruk dalam kehampaan
Apakah kau merasakan?
Sesaat masa lalu membelengguku
Menghempaskanku dalam kebisuan
Aku hanya bisa terpaku
Sejenak bayangmu melintas
Meretas perasaan dalam kesakitan
Merangkak mencoba berdiri
Dalam gelap ku coba berlari
Terjatuh yang kudapati
Terduduk diam dan tak mengerti
Kini kubiarkan badan tersandar di bebatuan
Menghela nafas menghilangkan dendam
Merajut harapan dalam kegelapan
Entah dunia entah pula hatiku
Sekali lagi berharap pada masa depan
Meletakkan angan pada mimbar kebahagiaan
Menyandarkan kepedihan pada tempatnya
Meninggalkan kekacauan di hutan belantara
Kini kuberlari mengejar cahaya
Menerjang semak melintas sungai
Melompati bebatuan menggapai tepian
Tunggulah aku diseberang penantian
Walau tertatih dalam perjalanan
Mengepakkan sayap menerjang ombak
Melawan kegalauan menggapai impian
Menyingkap tabir yang engkau sembunyikan
Membuka rahasia yang kau pendamkan
Kini lihatlah kuberlari
Secepat angin seganas topan
Sepanas api yang tak bisa dipadamkan
Jogja,07 Januari 2011,23.08 Wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar